Berita dunia terkini – Dikutip dari matamatapolitik.com, bahwa telah terjadi percobaan pembunuhan kepada Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, Sabtu (4/8) pukul 5.30 sore waktu setempat. Percobaan pembunuhan itu dilakukan menggunakan dua drone yang sudah dipasangi bahan peledak. Maduro mengklaim, bahwa kejadian itu dilakukan oleh lawan nya yang hendak menggulingkannya. Drone dengan bahan peledak itu meletus di dekat Presiden Nicolas Maduro saat sang presiden tengah berpidato di hadapan ratusan tentara yang disiarkan secara langsung. Kaget karena di tengah pidato ada ledakan, Maduro dan istrinya, menengadah ke langit, dan mengernyit saat suara ledakan terdengar di angkasa. “Ini adalah percobaan untuk membunuh saya,” ujar Presiden Maduro.

Hanya dalam hitungan detik, Maduro mendengar ledakan kedua, dan ia dikawal pasukan pengaman presiden untuk keluar dari acara tersebut. Maduro mengatakan, “kelompok kanan” yang bekerjasama dengan detraktor dari Bogota dan Miami, adalah pihak yang bertanggung jawab atas kejadian ini. Pemerintah Venezuela menuduh aktivis oposisi selalu merencanakan serangan untuk menggulingkan Maduro. Maduro adalah seorang presiden yang sangat tidak populer dan baru terpilih dalam periode baru melalui pemilu yang dihujat banyak negara. Maduro juga terus membangun kekuatan seiring kelumpuhan negaranya akibat krisis ekonomi. Banyak protes yang terjadi hampir tiap hari pada tahun lalu, dimana ada seorang petugas polisi gadungan yang menerbangkan helikopter di atas ibu kota.

Dan polisi gadungan tersebut melepaskan granat ke beberapa gedung pemerintahan, dimana Oscar Perez terbunuh dalam baku tembak setelah dalam pengejaran selama enam bulan. David Smile, seorang pejabat senior di Kantor Washington yang telah menghabiskan beberapa dekade mempelajari Venezuela, berpendapat bahwa kejadian tersebut tidak terlihat seperti serangan yang dirancang oleh pemeritahan Maduro untuk keuntungan politik. Serangan amatir yang membuat Maduro yang terpangkas saat pidato, beserta puluhan prajurit lari berhamburan, membuat presiden berada pada posisi yang rentan, tekan Smilde.

Smilde juga berujar bahwa Manduro akan menggunakan kesempatan ini untuk memusatkan kekuatan, sehingga siapapun yang melakukan hal ini, ia akan menggunakan momen tersebut untuk semakin membatasi kebebasan dan memperkuat pemerintah serta pasukan bersenjatanya.

Demikian berita dunia terkini yang dikutip dari matapolitik.com, sebuah media online yang menghadirkan berita lokal dan internasional secara aktual agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi di dunia politik Indonesia dan dari kacamata masyarakat Internasional dalam Bahasa Indonesia.