Kabar berita Timur Tengah dalam situs www.matamatapolitik.com kali ini membahas seputar ketegangan antara Arab Saudi dengan Qatar, yang didasarkan atas dukungan Qatar terhadap Iran. Semenjak Qatar memutuskan untuk menjalin hubungan mutualisme dengan Iran pada tahun 2016, yakni menjalankan kebijakan integrasi ekonomi global yang berimbas pada bekerja sama tidak hanya dengan Arab Saudi dan sekutunya saja. Bahkan bagi Arab Saudi, Qatar pun terlibat dalam kegiatan mendukung ISIS, Al-Qaeda, pun Ikhwanul Muslimin. Qatar disinyalir memberikan bantuan dana untuk menyokong kegiatan teroris tersebut.

Beredar sebuah berita timur tengah bahwa Arab Saudi sempat menerapkan larangan bagi calon jamaah haji yang berasal dari Qatar, sebagai buntut dari konflik antar dua negara tersebut yang telah memutuskan hubungan diplomatiknya pada tanggal 5 Juni 2017. Perlu diketahui bahwa ada sekutu Arab Saudi yang turut serta memutuskan hubungan kerjasamanya dengan Qatar, yakni Uni Emirat Arab (UEA), Yaman, Maladewa, Libia, Bahrain, serta Mesir. Keenam negara tersebut melakukan blokade di seluruh wilayah Qatar baik darat, laut, juga udara.

Namun kabar itu dibantah oleh pihak berwenang Arab Saudi, dengan menyatakan bahwa warga negara Qatar masih dapat melakukan penukaran uang di bank-bank milik Arab Saudi seperti biasanya. Meskipun tetap terjadi penarikan dana simpanan di bank milik Qatar yang berimbas pada menyusutnya simpanan nasabah asing.

Musim haji tahun 2018 ini, Qatar dikabarkan kembali mengalami pelarangan untuk kedua kalinya perihal melaksanakan ibadah haji yang merupakan salah satu rukun Islam yang mengikat penganutnya. Bahkan beberapa negara mengutuk tindakan pelarangan menunaikan ibadah haji yang dilakukan oleh Arab Saudi hanya lantaran alasan politis. Suriah mengalami pelarangan melakukan ibadah haji yang lebih buruk ketimbang Qatar. Tercatat Suriah mengalami pelarangan selama tujuh tahun, dan belum ada tanda-tanda akan berakhir.

Tentu saja, pelarangan ini menyebabkan tercabutnya hak-hak religius untuk beribadah dengan bebas, tenang, dan aman. Bahkan, disebutkan bahwa pada bulan Ramadhan lalu, penduduk Qatar pun dilarang melaksanakan umrah oleh pemerintah Arab Saudi.

Kasus pelarangan ini menjadi salah satu tranding berita yang paling mendapat apresiasi dari khalayak internasional. Salah satu pihak yang menanggapi mengenai seriusnya pelarangan ini adalah Komite Internasional Untuk Pengamat Haji. Lembaga itu menilai bahwa ada dugaan tidak transparasi-nya dalam pengelolaan ibadah haji yang dilakukan oleh pihak Riyadh. Komite ini pun mengajak seluruh organisasi internasional terkait untuk dapat mencari jalan keluar atas masalah tersebut.

Temukan perkembangan terbaru mengenai kasus pelarangan haji bagi muslim Qatar oleh Arab Saudi di www.matamatapolitik.com , media online terpercaya dan terdepan dalam menghadirkan berita timur tengah terbaru yang menjadi topik pembicaraan di seluruh penjuru dunia. Sesuai dengan visinya: menghadirkan informasi yang aktual dan terkini untuk mengakomodir kebutuhan akan informasi.