Bunda, tahapan tumbuh kembang anak berbeda-beda sesuai usianya. Saat anak berusia dua tahun, otaknya telah membentuk koneksi saraf-saraf baru yang tidak terhitung jumlahnya. Hal ini membantunya untuk memahami apa, bagaimana, dan kenapa dunia kecilnya demikian. Anak berusia dua tahun mulai dapat memahami konsep di dalam, di luar, di bawah, di mana di sini, jauh maupun dekat. Bunda dapat melihat kemampuan barunya dalam hal pengetahuan kekurangaan. Misalkan, anak mulai memahami dan mengikuti petunjuk mengambil mainan di dalam keranjang. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan Bunda guna mendorong semangat belajar anak usia dua tahun untuk menjelajahi dunianya.
Biarkan anak bermain. Sediakan ruangan cukup luas bagi anak agar bisa bermain dan beraktifitas fisik secara sehat. Bunda bisa ajak anaknya untuk bermain balok dan membangun menara atau kreativitas lainya. Di samping itu, cobalah hindarkan anak dari kegiatan pasif, seperti contohnya menonton televisi. Dan harus bunda ingat, batasan paparan televise terhadap anak sebaiknya kurang dari satu jam sehari dan tidak melebihi 3 jam sehari. Selain itu, pilih konten yang tidak mengandung kekerasan.
Pastikan anak beristirahat dengan cukup. Waktu tidur yang dibutuhkan anak berusia 2-5 tahun adalah minimal 11 dan maksimal 13 jam sehari.
Libatkan anak. Bunda, bisa ajak anak terlibat ke dalam kegiatan sehari-hari keluarga, seperti contohnya mencuci buah, menyiram tanaman, dan atau ajak anak melakukan kegiatan lain di sekeliling rumah.
Berikan anak makanan sehat, seperti sayuran, buah-buahan, dan kudapan sehat. Serta barenergi dengan minum susu Dancow bantu lindungi eksplorasi si kecil.
Bunda dianjurkan untuk rutin melakukan beberapa kali pemeriksaan tumbuh kembang anak pada periode usia 2-5 tahun. Pemeriksaan ini penting untuk mendeteksi apakah ada masalah dengan perkembangannya. Pada pemeriksaan tersebut, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, mengukur tinggi dan berat anak, menanyakan perilaku anak dan keluarga, serta memberikan suntikan suplemen bila dibutuhkan. Pada proses chek-up tersebut, Bunda juga sekaligus dapat berkonsultasi dengan dokter terkait kesehatan, perilaku, dan tumbuh kembang anak.

Tinggalkan Balasan